Rıskı Ramadhan
27 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Pentagon pada Selasa menyatakan akan mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai gencatan senjata kemanusiaan selama 30 hari di Suriah, namun mereka akan terus beroperasi melawan kelompok teror Daesh.
"[Kementerian Pertahanan] akan mendukung upaya Kementerian Luar Negeri untuk memfasilitasi upaya yang dipimpin oleh PBB untuk mempengaruhi solusi politik terhadap konflik di sana," kata juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning kepada wartawan.
Manning menyatakan bahwa mereka hanya akan fokus mengalahkan Daesh di Suriah.
Menanggapi pertanyaan serupa mengenai resolusi gencatan senjata, dia mengatakan bahwa serangan yang berkepanjangan dalam konflik Suriah telah menambah penderitaan warga sipil dan Pentagon akan mendukung Kementerian Luar Negeri AS untuk mencapai tujuan diplomatik yang diperlukan.
Dewan Keamanan pada Sabtu mengadopsi sebuah resolusi untuk gencatan senjata selama 30 hari di Suriah "tanpa penundaan".
Resolusi tersebut menyerukan evakuasi medis terhadap 700 orang terutama yang berada di Ghouta Timur yang terkepung.
Jika terjadi pelanggaran gencatan senjata, Pentagon akan mengutuk pelanggaran tersebut dan mengambil tindakan yang seusuai, kata Manning kepada Anadolu Agency tanpa memberi informasi lebih rinci.
Juru bicara Mayor Adrian Rankine-Galloway kepada Anadolu Agency juga mengatakan bahwa Pentagon tidak memiliki peran dalam memantau pelanggaran gencatan senjata dan apa yang sedang terjadi di daerah-daerah konflik.
Menanggapi pertanyaan tentang diskusi antara Washington dan Ankara tentang Manbij, Manning mengatakan bahwa Pentagon mengakui Turki adalah satu-satunya sekutu NATO yang memiliki pemberontakan aktif di dalam perbatasannya dan menghormati kekhawatiran spesifik Turki di wilayah tersebut.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Turki juga juga menyatakan akan meluncurkan operasi melawan teroris YPG/PKK di kota penting secara strategis di Manbij yang terletak di sebelah barat Sungai Eufrat di utara Suriah, sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitun.
Manbij terletak di timur laut Aleppo dan berada di sebelah selatan perbatasan Turki.
Washington telah menyuarakan kekhawatiran tentang keamanan pasukan AS di Manbij di tengah operasi Turki di timur laut Suriah. Ada sekitar 2.000 tentara AS di Manbij.