Maria Elisa Hospita
04 April 2018•Update: 04 April 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Seorang perempuan bersenjata melepaskan tembakan dan melukai tiga orang, sebelum akhirnya dikabarkan menghabisi nyawanya sendiri, di kantor pusat YouTube, di California, Amerika Serikat, Selasa.
Pelaku yang belum diketahui identitasnya ditemukan dengan luka tembak di dalam kantor.
Kepala Kepolisian San Bruno Ed Barberini mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan hingga Selasa malam. Hingga saat ini, kepolisian belum mengetahui motif pelaku.
Brent Andrew, juru bicara Rumah Sakit Umum San Francisco, menyebut penembakan itu sebagai "insiden yang mematikan".
Saat ini, tiga korban dirawat di rumah sakit karena luka tembakan. Dua di antaranya adalah perempuan, dan seorang laki-laki berusia 36 tahun yang berada dalam kondisi kritis.
Korban keempat dilarikan ke rumah sakit karena pergelangan kakinya cedera saat berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kepolisian San Bruno telah mengimbau warga untuk menjauh dari gedung YouTube, yang terletak di Cherry Ave dan Bay Hill Drive.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia telah diberi tahu mengenai situasi terkini dan menyampaikan doa terbaik untuk para korban. "Terima kasih kepada aparat penegak hukum dan tim penyelamat yang sigap membantu di tempat kejadian," tulis Trump di Twitter.
Beberapa laporan media mengidentifikasi tersangka sebagai Nasim Aghdam. Sebuah situs pro-vegan yang mencantumkan nama tersebut menyampaikan kegusarannya terhadap penyensoran YouTube, dengan mengklaim bahwa YouTube menyaring salurannya sehingga tidak dapat diakses".
Situs tersebut tertaut ke saluran YouTube dalam bahasa Farsi, Turki, dan Inggris yang telah diblokir. Tidak jelas kapan saluran-saluran itu diblokir, namun akun media sosial lainnya yang terhubung ke situs itu masih dapat diakses.
Saat insiden berlangsung, beberapa karyawan YouTube mengunggah informasi di media sosial bahwa mereka mendengar suara tembakan dan tengah berlindung sambil berusaha melarikan diri dari gedung.
"Ada penembak di markas YouTube! Saya dengar tembakan dan melihat orang-orang berlarian. Kami bersembunyi di dalam ruangan," tulis karyawan YouTube, Vadim Lavrusik, di Twitter.
Rekaman video milik media di lokasi kejadian menunjukkan sekelompok orang dalam jumlah besar dikawal keluar gedung oleh polisi.
CEO YouTube Susan Wojcicki mengatakan, "Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa mengerikannya insiden penembakan di YouTube hari ini. Terima kasih untuk penegak hukum dan tim penyelamat yang sigap bertindak. Kami turut prihatin dan bersedih dengan semua korban,"
CEO Google Sundar Pichai juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Dia menyatakan bahwa Google, yang merupakan perusahaan induk YouTube, akan melakukan segala upaya untuk menyokong para korban dan keluarganya.
"Selama beberapa hari mendatang, kami akan terus memberikan dukungan untuk membantu seluruh keluarga Google pulih dari tragedi ini," kata dia dalam surat elektronik yang ditujukan ke karyawan kantor.