Maria Elisa Hospita
24 September 2019•Update: 24 September 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Lebih dari 60 negara menunjukkan komitmen mereka untuk mengurangi emisi karbon dioksida hingga titik nol pada 2050.
"66 pemerintah yang terdiri dari 10 wilayah, 102 kota, 93 perusahaan, dan 12 investor, semuanya berkomitmen menekan emisi CO2 hingga titik 0 pada 2050," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan.
"Kami yakin perubahan iklim adalah sebuah tantangan yang bisa kami hadapi," tegas dia.
Sekjen PBB menekankan bahwa mencapai nol emisi karbon dioksida adalah salah satu tujuan penting untuk mencegah perubahan iklim.
Di bawah Kesepakatan Paris yang ditandatangani pada 2016, negara-negara industri menjanjikan bantuan keuangan bagi negara-negara berkembang untuk langkah-langkah perlindungan iklim, transfer teknologi, dan program pengembangan kapasitas.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh 195 negara sebagai bentuk komitmen mereka melawan dampak perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon dan membatasi kenaikan suhu global hingga di bawah 2 derajat Celcius.
Sementara itu, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru mengklaim bahwa pemanasan global adalah tipuan yang melemahkan kekuatan industri kompetitif AS.
"Ini bukan pertemuan negosiasi. Anda tidak bisa berunding dengan alam. Ini adalah pertemuan untuk mendesak aksi," tukas Guterres jelang KTT Iklim.