Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Oktober 2018•Update: 12 Oktober 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Sebanyak 8.050 korban sipil dilaporkan di Afghanistan dalam sembilan bulan pertama tahun ini, sebuah laporan PBB mengatakan pada Selasa.
"Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) mencatat sebanyak 8.050 korban sipil (2.798 tewas dan 5.252 luka-luka) dalam sembilan bulan pertama tahun ini," kata laporan itu.
Peledak rakitan bunuh diri dan non-bunuh diri (IED) oleh unsur-unsur anti pemerintah dianggap sebagai penyebab utama korban sipil.
Penyebab utama kedua jatuhnya korban sipil adalah operasi udara dan ledakan sisa-sisa perang, katanya.
Tadamichi Yamamoto, wakil khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan dan kepala UNAMA, memperbarui seruannya untuk upaya maksimal dalam melindungi warga sipil dari bahaya.
"Karena tidak ada solusi militer untuk pertempuran di Afghanistan, PBB memperbarui seruannya untuk upaya penyelesaian konflik dengan damai dan segera untuk mengakhiri penderitaan rakyat Afghanistan," katanya.
Untuk pertama kalinya, provinsi timur Nangarhar melampaui Kabul sebagai provinsi dengan korban sipil terbanyak dalam sembilan bulan pertama 2017, lebih dari dua kali jumlah yang tercatat selama periode yang sama di 2017.
Secara terpisah, pihak berwenang di Nangarhar mengklaim bahwa hingga 75 gerilyawan Taliban, termasuk para komandan mereka, telah menyerah.
Hayatullah Hayat, gubernur provinsi itu, mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa mantan pemberontak dari distrik Bati Kot yang bergolak itu sekarang akan membantu membawa perdamaian ke wilayah provinsi yang dirusak oleh teroris pendukung Daesh.