Maria Elisa Hospita
11 Oktober 2018•Update: 11 Oktober 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Angkatan Udara Turki dan Pakistan menggelar latihan gabungan di sebuah pangkalan operasi tertutup di Pakistan.
Komandan Angkatan Udara Pakistan (PAF) Marsekal Mujahid Anwar Khan juga berpartisipasi dalam latihan tersebut dengan menerbangkan pesawat tempur.
Khan mengatakan bahwa pasukan udara kedua negara memiliki hubungan baik yang patut dicontoh. Dia yakin latihan itu akan membantu kedua pasukan udara untuk belajar dari pengalaman masing-masing.
Latihan gabungan tersebut adalah bagian dari hubungan bilateral yang kuat yang dikembangkan oleh Ankara dan Islamabad dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan.
Sesuai dengan kesepakatan yang dicapai pada Juli ini, Pakistan akan menerima 30 T129 Advanced Attack dan Tactical Reconnaissance Helicopters (ATAK) dari Turki.
Helikopter buatan Turki dirancang khusus untuk melakukan serangan dan pengintaian. Pengirimannya akan dilakukan secara bertahap dalam lima tahun.
Sementara itu, Ankara membeli pesawat MFI-17 Super Mushshak dari Pakistan, sekaligus memperbarui tiga kapal selam Pakistan, dan membangun tanker armada.
Pada Juli, Ankara memenangkan tender bernilai miliaran dolar untuk memasok empat korvet ke Angkatan Laut Pakistan - sebuah kesepakatan yang disebut-sebut sebagai ekspor terbesar sepanjang sejarah industri pertahanan Turki.
Sebelumnya, pada Mei 2017, perusahaan-perusahaan pertahanan Turki dan Pakistan telah sepakat untuk membangun empat korvet MILGEM (Kapal Nasional).
Berdasarkan kesepakatan itu, dua kapal akan dibangun di Istanbul, sementara dua lainnya di Karachi.