Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Desember 2018•Update: 18 Desember 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sebuah perundingan untuk mengakhiri konflik 17 tahun di Afghanistan tidak pernah lebih nyata daripada sekarang, kata perwakilan Sekretaris Jenderal PBB untuk Afghanistan Tadamichi Yamamoto, Senin.
Yamamoto mengutip beberapa upaya yang dilakukan untuk mengakhiri perang, termasuk rencana perdamaian yang dikembangkan oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan keterlibatan yang sedang dilakukan oleh utusan perdamaian AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad.
Dia mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa lembaganya termotivasi oleh perkembangan ini.
"Kami memahami, bagaimanapun, bahwa mereka berada pada tahap yang rumit di mana ruang politik harus diizinkan bagi para pelaku utama untuk merumuskan posisi mereka dan bagaimana mereka harus bereaksi terhadap perkembangan terakhir," katanya.
"Kami berharap momentum saat ini akan membawa pihak-pihak ini bersama-sama, sehingga mereka bisa mulai mengeksplorasi bagaimana mereka akan menangani poin-poin agenda yang diperlukan untuk sampai pada kesepakatan damai," tambahnya.
Dalam perkembangan terakhir menjelang pemilihan presiden pada April, Gulbuddin Hekmatyar, kepala partai Hezb-e-Islami di Afghanistan, pada Minggu mendesak Taliban untuk bergabung dengannya dalam pemilihan yang akan datang.
Taliban sejauh ini belum menanggapi ajakan Hekmatyar tersebut. Namun, menurut Radio Azadi, Taliban telah meminta Khalilzad untuk menunda pemungutan suara.
Awal tahun ini, Hekmatyar, mantan pemimpin Mujahiddin Afghanistan, melontarkan gagasan yang menyediakan zona aman kepada Taliban dalam upaya untuk mendorong mereka bergabung dengan proses perdamaian.
Namun juru bicara Taliban Zabihullah Mujahed menyebut gagasan itu sebagai tindakan yang secara praktis memisahkan Afghanistan.
*Betul Yuruk berkontribusi pada berita ini dari PBB