Chandni
12 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Mohamed Mahmoud
KAIRO
Pasukan militer membunuh 12 militan di Semenanjung Sinai di Mesir dalam operasi keamanan besar-besaran di wilayah yang bergejolak tersebut, menurut militer Mesir.
Melalui sebuah pernyataan yang dirilis Senin, militer mengatakan mereka menahan sebanyak 92 tersangka militan dan menghancurkan 60 target dalam serangan tersebut.
Operasi itu dimulai pada Jumat, sebulan sebelum pemilu kepresidenan Mesir resmi digelar pada 26-28 Maret.
"Pesawat angkatan udara mendeteksi dan menghancurkan 60 target milik elemen-elemen teroris setelah diberikan informasi dari badan intelijen," kata juru bicara militer Kolonel Tamer al-Rifai.
"Sebanyak 12 militan bersenjata tewas dalam baku tembak dengan pihak keamanan," lanjutnya.
Juru bicara militer itu mengatakan mereka berhasil menjinakkan 23 alat peledak dan menyita 20 kendaraan dari pihak militan.
Tidak dijelaskan bila ada korban dari pasukan Mesir dalam operasi tersebut.
Pada Minggu, militer Mesir mengatakan mereka membunuh 16 militan dan menahan 126 lainnya sejak operasi dimulai pada Jumat.
Bulan lalu, Presiden Abdel-Fattah al-Sisi memerintahkan agar area 5 kilometer di sekitar bandara Al-Arish di Sinai segera dikosongkan.
Area Sinai menjadi pusat pemberontakan militan sejak 2013, ketika militer menggulingkan Mohamed Morsi - presiden yang dipilih secara demokratik pertama di Mesir.