Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
16 September 2018•Update: 17 September 2018
Amer al-Hassani
BAGHDAD
Parlemen Irak pada Sabtu memilih politisi Suni Mohammed al-Halbusi sebagai ketua perlemen setelah mendapatkan mayoritas suara.
Al-Halbusi mendapatkan posisi tertinggi dalam parlemen mewakili aliansi Poros Nasional, dimana blok Suni menjadi mayoritas.
Menurut koresponden Anadolu Agency, al-Halbusi mendapatkan 169 suara dari total 298 suara, sementara rivalnya Khalis al-Obeidi, mantan menteri pertahanan, mendapatkan 85 suara.
Al-Halbusi lahir pada 1981 di Anbar, provinsi Karma.
Dia adalah anggota Partai Al-Hall (solusi), yang dipimpin oleh pengusaha Jamal al-Karbouli, dan dianggap sebagai tokoh pemuda dan politisi yang sedang naik daun.
Dia merupakan lulusan fakultas teknik sipil Universitas Mustansiriya di Baghdad pada 2002 dan 2006 lulus pascasarjana dari universitas yang sama.
Setelah lulus, dia mendirikan perusahaan Al-Hadid Limited yang membangun beberapa infrastruktur di Fallujah, kota terbesar di Anbar.
Dia masuk politik pada 2014 setelah mendapatkan kursi di parlemen dan dipilih menjadi gubernur Anbar pada Agustus 2017.
Al-Halbusi meninggalkan kursi gubernurnya setelah memenangkan pemilihan parlemen pada Mei.
Dia masuk dalam Anbar Hawiyyatuna (Identitas Kita), dimana memenangkan 6 kursi parlemen.
Parlemen Irak pada Sabtu mengadakan sesi ke-2 untuk memilih ketua parlemen dan 2 wakilnya.
Awal bulan ini, anggota parlemen yang baru terpilih, menunda untuk memilih ketua parlemen hingga pertengahan September setelah beberapa anggota memboikot pemilihan ketua parlemen.
Pada konstitusi Irak, blok yang memiliki suara mayoritas dalam parlemen memiliki hak untuk menyusun pemerintahan.
Menurut hasil pemungutan suara pada 12 Mei Koalisi Sairoon milik Muqtada al-Sadr memenangkan 54 kursi, diikuti oleh koalisi pimpinan Hashd al-Shaabi (47 kursi) dan koalisi Perdana Menteri Haider al-Abadi (42 kursi).