Nani Afrida
16 September 2018•Update: 17 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Setidaknya lima orang tewas ketika Badai Tropis Florence perlahan merangkak ke barat Carolina, Amerika Serikat (AS) Sabtu dengan menyebabkan banjir besar di wilayah itu.
Badai bergerak hanya 3 mil per jam (5 kilometer per jam), menurut Pusat Topan Nasional.
Tim penyelamat bekerja dengan tergesa-gesa untuk menyelamatkan mereka yang terperangkap di banjir, ketika ribuan orang yang tinggal di dekat sungai Carolina Utara yang airnya makin meninggi diperintahkan untuk mengungsi Sabtu.
Seorang ibu dan bayinya adalah korban pertama badai, yang tewas Jumat ketika sebuah pohon runtuh di rumah mereka di Wilmington, Carolina Utara.
Sang ayah diangkut ke rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan atas luka yang dideritanya.
Dua orang lainnya tewas di Lenoir County, Carolina Utara - tersengat listrik dalam insiden terpisah, lapor CNN.
Seorang wanita di Hampstead, Carolina Utara meninggal karena serangan jantung setelah regu penyelamat gagal mencapai lokasi karena dihalangi pohon-pohon tumbang.
Pihak Penyelamat Pantai (Coast Guard) bekerja untuk menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di bagian timur laut Carolina Utara, dan melaporkan sejauh ini sudah menyelamatkan lima orang.
"Kami terus memperhatikan situasi di kawasan tengah dan tenggara untuk mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan operasi penyelamatan ke daerah-daerah itu juga," kata Kapten Bion Stewart, pemimpin Coast Guard Penyelamatan Badai Florence di Carolina Utara dalam sebuah pernyataan.
Pihaknya telah memobilisasi lebih dari 100 anggota dan 35 tim perahu penyelamat air dangkal.
Presiden AS Donald Trump mengeluarkan deklarasi bencana untuk Carolina Utara.
Trump sebelumnya menyatakan keadaan darurat di Carolina Utara dan Selatan juga Virginia.