Hacer Baser
09 September 2017•Update: 11 September 2017
Hacer Baser
NINEVEH, Irak
Sejak Juli lalu, sebanyak ribuan mayat telah diangkat dari timbunan bangunan-bangunan di bagian barat Mosul, pasca kota tersebut dibersihkan dari Daesh pada bulan Juni.
Pejabat Pertahanan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irak, Saad Hamid, mengungkapkan hingga kini pihaknya telah menemukan lebih dari 2100 mayat sipil di bawah reruntuhan.
Kepada koresponden Anadolu Agency, Hamid mengatakan, proses evakuasi jenazah warga sipil ini mengalami beberapa kendala. Bahkan salah satunya mengancam nyawa tim evakuasi.
“Kami kekurangan peralatan dan berbagai masalah keamanan seperti anggota Daesh yang menembaki dari persembunyian, bunker, terowongan atau ruang bawah tanah,” ujarnya.
Dia menambahkan, saat ini masih ada hampir 400 hingga 500 jenazah yang perlu dikeluarkan dari reruntuhan. Dia memperkirakan, timnya membutuhkan waktu hingga dua bulan ke depan untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
Pada Juni lalu, tentara Irak berhasil merebut kembali kota utara Mosul, Ibu Kota wilayah provinsi Nineveh, dari kelompok teroris setelah kampanye sembilan bulan. Kemudian pada bulan Agustus, Daesh dibawa pergi dari kota Nineveh, Tal Afar, usai operasi tentara selama seminggu.