Ali Jawad dan Ibrahim Saleh
03 September 2017•Update: 03 September 2017
Ali Jawad dan Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Militer Irak mengalihkan pasukannya dari Baghdad ke Kirkuk, untuk kampanye baru bertujuan merebut kembali Distrik Al-Hawija, Kirkuk, dari kelompok teroris Daesh, kata Kementerian Pertahanan pada hari Sabtu.
Dalam pernyataannya, Menteri Pertahanan mengatakan bahwa unit tambahan Polisi Federal Irak (IFP) telah dikirim untuk berpartisipasi dalam operasi berikutnya.
Kepada Anadolu Agency, Kapten Polisi Jabbar Hassan mengatakan bahwa tentara dan unit IFP telah tiba di Distrik Al-Qayyarah, sebelah selatan Mosul pada Sabtu, setelah ditarik dari Tal Afar, Provinsi Niniwe.
Menurut Hassan, pasukan ini rencananya akan merebut kembali Al-Hawija di Kirkuk selatan.
"Sebagian besar pasukan yang berpartisipasi dalam pembebasan Tal Afar akan berpartisipasi dalam kampanye Hawija," kata Letnan Satu Angkatan Darat Fayeq Numan al-Salim kepada Anadolu Agency.
Seiring dengan unit tentara dan polisi, kampanye Al-Hawija termasuk juga Irak Hashd al-Shaabi (pasukan tempur Syiah yang turut dalam tentara tahun lalu) dan pejuang Kurdi Peshmerga, menurut perwira militer tersebut.
"Persiapan untuk kampanye dimulai beberapa minggu lalu, namun mereka berkembang dalam penangkapan baru-baru ini terhadap Tal Afar," kata al-Salim.
Ia memprediksi sebuah "kemenangan cepat" atas Daesh di Al-Hawija, "seperti yang terjadi di Tal Afar".
Akhir bulan lalu, Pasukan Irak didukung koalisi pimpinan AS merebut Distrik Tal Afar di Provinsi Niniwe setelah kampanye 10 hari.
Sebuah distrik yang didominasi Turkmenistan, Tal Afar diserbu oleh kelompok teroris --bersama dengan wilayah yang luas di Irak utara dan barat-- pada pertengahan 2014.