Muhammad Abdullah Azzam
30 Juni 2020•Update: 01 Juli 2020
Mustafa M. M. Haboush
TRIPOLI
Milisi yang berafiliasi dengan Jenderal Khalifa Haftar, pemimpin militer tak sah di timur Libya, menjarah dan mencuri banyak perangkat dari pembangkit listrik di wilayah Teluk Sirte.
Milisi teroris Haftar yang dibantu oleh tentara bayaran asing, menjarah pembangkit listrik di Teluk Sirte, ungkap sebuah pernyataan dari Kantor Pers Operasi Burkan Al-Ghadab, yang berafiliasi dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).
Pernyataan itu menyebut banyak perangkat dan peralatan pembangkit listrik dicuri dalam insiden tersebut.
Milisi Haftar mencuri generator listrik, perangkat radio, tabung gas dan layar di pembangkit listrik yang akan mereka gunakan dalam situasi darurat.
Libya dihancurkan oleh perang saudara sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Khadafi pada 2011.
Pemerintah baru negara itu didirikan pada 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan Khalifa Haftar.
PBB mengakui pemerintah Libya yang dipimpin oleh Fayez al-Sarraj sebagai otoritas yang sah negara itu ketika Tripoli memerangi milisi Haftar.
Pemerintah meluncurkan Operasi Badai Perdamaian terhadap Haftar pada Maret untuk melawan serangan Haftar di ibu kota Tripoli, dan baru-baru ini membebaskan lokasi-lokasi strategis, termasuk Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.