Pizaro Gozali Idrus
16 Agustus 2021•Update: 17 Agustus 2021
JAKARTA
Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia Khairy Jamaluddin menyampaikan anggota kabinet Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Yang di-Pertuan Agong.
“Terima kasih atas kesempatan untuk, sekali lagi, melayani negara. Semoga Tuhan memberkati Malaysia," tulis Khairy lewat akun Instagramnya.
Muhyiddin pada siang ini telah menghadap Agong di Istana Negara yang dipercaya menyerahkan surat pengunduran diri.
Namun, sejauh ini belum ada pemberitahuan resmi dari Istana Negara maupun kantor perdana menteri soal pengumuman ini.
Sudarnoto Abdul Hakim, peneliti dan pengamat Malaysia dari UIN Jakarta menyoroti siapa calon kandidat yang akan menggantikan Muhyiddin sebagai PM.
Menurut Sudarnoto, jika pilihannya adalah membubarkan pemerintah koalisi Pekatan Nasional, maka Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi akan mendapatkan peluang.
Selian Ahmad Zahid, kata Sudarnoto, Anwar Ibrahim juga mendapatkan peluang.
Tantangannya, lanjut Sudarnoto, sama seperti yang dihadapi oleh Presiden UMNO yaitu menambah suara dukungan dari partai lain sehingga mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen.
“Semua, pada akhirnya tergantung kepada Raja Yang Dipertuang Agung siapa sebetulnya yang akan menggantikan Muhyiddin dan dengan skenario lain di luar skenario di atas,” kata Sudarnoto dalam pernyataannya kepada Anadolu Agency.
Gejolak politik terhadap kekuasaan Muhyiddin telah terjadi sejak dia menjabat pada Maret 2020 karena hanya mendapat dukungan mayoritas tipis.
Tekanan terhadap Muhyiddin meningkat baru-baru ini setelah sejumlah anggota parlemen UMNO - blok terbesar dalam aliansi yang berkuasa - menarik dukungan.