Dunia

Menlu Turkiye: AS dan Iran siap berkompromi capai kesepakatan nuklir

Turkiye menekankan kesepakatan nuklir AS–Iran perlu disertai langkah membangun kepercayaan dengan negara-negara kawasan

Büşranur Keskinkılıç, Muhammad Abdullah Azzam  | 12.02.2026 - Update : 12.02.2026
Menlu Turkiye: AS dan Iran siap berkompromi capai kesepakatan nuklir Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan.

ANKARA

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan mengatakan Amerika Serikat dan Iran tampak siap untuk mencapai kompromi guna mewujudkan kesepakatan nuklir, namun memperluas pembahasan hingga mencakup program rudal balistik Iran dikhawatirkan justru dapat memicu konflik baru di kawasan.

Dalam wawancara dengan surat kabar Financial Times yang berbasis di Inggris, Fidan menyatakan kedua pihak menunjukkan kesiapan untuk berunding, tetapi menekankan pentingnya fokus pada isu nuklir tanpa mencampurkannya dengan agenda lain yang lebih luas.

Fidan menilai upaya memasukkan program rudal balistik Iran ke dalam perundingan nuklir “tidak akan menghasilkan apa pun selain perang yang berbeda.”

Ia juga menyebut pemerintah Amerika Serikat memberi sinyal kesiapan untuk lebih fleksibel terkait tuntutan utama agar Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium.

Menurut Fidan, Iran benar-benar ingin mencapai kesepakatan nyata dan kemungkinan bersedia menerima pembatasan tingkat pengayaan uranium serta rezim inspeksi ketat, seperti yang pernah disepakati dalam perjanjian nuklir 2015.

Fidan mengatakan Turkiye terus menjalin komunikasi dengan pejabat Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara kawasan.

Ia menyebut kesiapan Washington untuk mentoleransi pengayaan uranium Iran dalam batas tertentu sebagai perkembangan positif.

“Iran kini menerima bahwa mereka harus mencapai kesepakatan dengan Amerika, dan Amerika juga memahami bahwa Iran memiliki batas-batas tertentu. Memaksa mereka tidak ada artinya,” ujar Fidan.

Namun, ia memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat bersikeras membahas seluruh persoalan sekaligus, termasuk kapasitas rudal Iran dan dukungan terhadap kelompok bersenjata, maka perundingan nuklir berisiko tidak mengalami kemajuan dan dapat berujung pada perang baru di kawasan.

Fidan juga menyampaikan bahwa Turkiye dan negara-negara regional lainnya tengah mencoba mengembangkan gagasan kreatif untuk menangani isu rudal dan kelompok bersenjata melalui langkah-langkah yang dapat membangun kepercayaan.

Ia menekankan bahwa kesepakatan apa pun antara Amerika Serikat dan Iran sebaiknya disertai dengan keterlibatan mitra kawasan serta langkah-langkah penguatan kepercayaan, karena terdapat kesenjangan kepercayaan yang signifikan antara Iran dan negara-negara regional.

“Bagi Iran, penting untuk memasangkan kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat dengan mitra kawasan melalui langkah-langkah membangun kepercayaan. Keseimbangan ini sangat penting,” kata Fidan.

Fidan menambahkan pemerintah Iran memahami ketidakpuasan publik sebagian besar dipicu kesulitan ekonomi, sehingga penyelesaian persoalan sanksi juga menjadi kebutuhan mendesak.

Ia juga menyatakan tidak memperkirakan akan terjadi perubahan rezim di Iran, meskipun sejumlah lembaga pemerintah dan target lain dapat mengalami kerusakan berat jika konflik meningkat.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın