Muhammad Abdullah Azzam
04 Juni 2020•Update: 05 Juni 2020
Ali Semerci
TRIPOLI, Libya
Pembebasan Bandara Internasional Tripoli dari milisi Jenderal Khalifa Haftar akan menghentikan serangan roket yang merenggut banyak nyawa perempuan dan anak-anak selama setahun terakhir, kata Menteri Dalam Negeri Libya pada Kamis.
Mendagri Libya Fathi Bashagha merilis pernyataan via media Operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Berapi Kemarahan) sehari setelah pembebasan bandara ibu kota dari pasukan yang setia kepada jenderal yang membangkang.
Para penyerang ibu kota Tripoli melakukan kejahatan perang dengan sengaja, kata dia mengungkapkan milisi Haftar menanam ranjau darat di rumah-rumah warga sipil, masjid, dan bahkan gedung-gedung pemerintah.
Pasukan yang setia kepada Haftar adalah agen kriminal, dan negara tidak akan berdamai kecuali jika mereka ditiadakan, tambah dia.
Pusat media militer Libya juga merilis foto-foto bahan peledak yang digunakan oleh milisi Haftar.
Maret ini pemerintah Libya meluncurkan Operasi Badai Perdamaian untuk melawan serangan terhadap ibu kota, dan baru-baru ini membebaskan tempat-tempat strategis termasuk pangkalan udara Al-Watiya dalam operasi besar terhadap pasukan Haftar.
Pada Selasa, Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mengatakan Haftar telah menyetujui dimulainya kembali perundingan gencatan senjata.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.