Rania Abushamala
18 April 2026•Update: 18 April 2026
Liga Arab menegaskan bahwa penyelesaian isu Palestina tetap menjadi kunci utama bagi stabilitas kawasan Timur Tengah, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan konflik yang belum terselesaikan, terutama terkait Palestina, terus menjadi sumber tekanan yang berkepanjangan di kawasan tersebut.
Berbicara dalam panel bertajuk “A Middle East Beyond Zero-Sum Politics” pada Forum Diplomasi Antalya, Sabtu, Aboul Gheit menekankan bahwa upaya normalisasi tidak boleh mengesampingkan isu Palestina.
“Tidak ada orang Arab, Muslim, atau siapa pun yang menjunjung keadilan dapat menerima ketidakadilan yang dialami rakyat Palestina,” ujarnya.
Ia juga menyebut kawasan Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir menghadapi tekanan akibat konflik yang belum terselesaikan serta intervensi eksternal.
Di sisi lain, Aboul Gheit menilai ketidakstabilan regional juga berkaitan dengan kebijakan Israel dan Iran, serta menyerukan perubahan sikap dari kedua pihak.
“Kita hidup di kawasan di mana semua pihak selalu bersiap untuk konfrontasi dan perang,” katanya.
Ia turut mengungkapkan kekhawatiran terkait ketegangan nuklir di kawasan, dengan menyoroti risiko yang terkait dengan kemampuan nuklir Israel dan Iran, serta potensi eskalasi jika tidak ditangani.
Menurut Aboul Gheit, kondisi ketidakstabilan yang berkelanjutan telah berdampak pada perekonomian dan kehidupan masyarakat di kawasan, serta menghambat pembangunan dan kemakmuran.
“Tanpa stabilitas, tidak ada yang akan membaik,” ujarnya.