Büşranur Keskinkılıç, Ahmet Furkan Mercan
18 April 2026•Update: 18 April 2026
Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Ekonomi Negara Berkembang Delapan (D-8) Sohail Mahmood menyatakan rencana pembentukan Sekretariat Permanen Kamar Dagang dan Industri untuk memperkuat koordinasi ekonomi antarnegara anggota.
Mahmood menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Forum Diplomasi Antalya 2026 dan menjawab pertanyaan Anadolu di Antalya.
Ia mengingatkan bahwa D-8 didirikan di Istanbul pada 1997 atas visi Perdana Menteri Turkiye saat itu Necmettin Erbakan, serta menekankan hubungan khusus antara Turkiye dan organisasi tersebut.
“Turkiye dan D-8 memiliki hubungan yang sangat khusus. Sekretariat D-8 telah berada di Istanbul selama beberapa dekade,” ujarnya.
Mahmood menjelaskan bahwa pada awal pembentukannya, Turkiye bersama Iran, Pakistan, Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Nigeria, dan Mesir berkumpul untuk membahas berbagai persoalan dunia Muslim serta mencari cara meningkatkan kerja sama ekonomi.
Ia menambahkan bahwa pembentukan Sekretariat Permanen Kamar Dagang dan Industri ditujukan untuk memperkuat koordinasi ekonomi di antara negara anggota D-8.
Menurutnya, sekretariat baru tersebut direncanakan akan berbasis di Istanbul.
“Ini tidak hanya akan memberikan fondasi yang sangat kuat bagi struktur kelembagaan D-8, tetapi juga memberikan peran dan arah khusus bagi upaya sektor swasta dalam D-8,” kata Mahmood.
Solusi atas konflik
Mahmood menilai dunia saat ini tengah menghadapi periode sulit dengan konflik yang meluas, dengan lebih dari 50 konflik bersenjata aktif secara global.
Ia mengatakan konflik tersebut menimbulkan dampak kemanusiaan dan ekonomi serta memicu ketidakstabilan kawasan.
Mahmood juga menyinggung peran Islamabad dalam menjadi tuan rumah perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
“Ini adalah isu-isu yang harus segera ditangani. Saat konflik meluas, kami sangat senang melihat upaya penyelesaian damai terus berlanjut,” ujarnya.
Forum Diplomasi Antalya jadi pusat perhatian
Mahmood menyebut Forum Diplomasi Antalya sebagai platform diplomasi global yang penting, serta menilai Antalya telah menjadi merek global.
Ia mengatakan forum tersebut menjadi pusat perhatian bagi banyak pejabat tinggi dari berbagai negara.
“Para pemimpin dari berbagai belahan dunia dapat berkumpul di bawah satu atap, berinteraksi, serta memajukan agenda bilateral, regional, dan internasional mereka,” katanya.