Tolga Akbaba
18 April 2026•Update: 18 April 2026
Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Arif menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz merupakan hak Iran, dan Teheran akan memperkuat posisinya baik melalui jalur diplomasi maupun di lapangan.
Menurut laporan media Iran, Arif menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Otoritas Pelabuhan dan Maritim, dalam pernyataan terkait perkembangan situasi terkini.
“Pengelolaan Selat Hormuz adalah milik Iran dan diakui sebagai hak sah Iran. Kami akan memperkuat hak kami baik di meja perundingan maupun di lapangan,” ujarnya.
Arif juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilainya kerap berubah-ubah.
“Tidak perlu menanggapi pernyataan-pernyataan yang tidak benar darinya,” kata Arif.
Ia menegaskan bahwa Iran menginginkan diakhirinya seluruh konflik di Asia Barat.
“Kami tidak menginginkan kelanjutan perang, namun jika kami tidak dapat memanfaatkan pelabuhan kami di Teluk Persia dan Laut Oman, kami tidak akan mengizinkan negara mana pun melakukan kolonialisme di kawasan ini,” ujarnya.