Dunia

Masyarakat Australia protes di sekitar parlemen menentang kunjungan Presiden Israel

Demonstrasi pro-Palestina di Canberra menyoroti kemarahan publik atas perang Gaza dan kunjungan Presiden Israel ke Australia

11.02.2026 - Update : 13.02.2026
Masyarakat Australia protes di sekitar parlemen menentang kunjungan Presiden Israel

ISTANBUL
Ratusan demonstran berkumpul di luar Gedung Parlemen Australia pada Rabu (11/2) untuk memprotes kunjungan resmi Presiden Israel Isaac Herzog, menurut laporan media lokal.

Para peserta aksi mengibarkan bendera Palestina dan membawa poster berisi slogan-slogan menentang Israel. Unjuk rasa tersebut juga mendapat dukungan sejumlah politisi, termasuk Senator ACT David Pocock serta pemimpin Partai Hijau Larissa Waters, sebagaimana dilaporkan ABC News.

Anggota parlemen independen Zali Steggall memanfaatkan momen itu untuk menekan Perdana Menteri Anthony Albanese mengenai bentuk pertanggungjawaban yang akan diminta Australia kepada Herzog atas kematian pekerja bantuan asal Australia, Zomi Frankcom, di Gaza.

Frankcom termasuk di antara sejumlah pekerja kemanusiaan organisasi nirlaba World Central Kitchen yang tewas akibat serangan udara Israel di Gaza pada April 2024. Insiden tersebut memicu duka luas dan tuntutan keadilan di Australia.

Albanese mengonfirmasi bahwa ia telah mengangkat isu tersebut secara langsung dalam pertemuannya dengan Herzog, bersama dengan apa yang ia sebut sebagai “berbagai kekhawatiran pemerintah lainnya.”

Ia menegaskan Canberra mengharapkan transparansi dari Israel seiring berlanjutnya penyelidikan atas kasus tersebut.

“Kami terus mendesak pertanggungjawaban penuh, termasuk kemungkinan tuntutan pidana yang sesuai. Kami akan terus bekerja untuk memastikan transparansi dan tindakan yang tepat,” kata Albanese.

Gelombang protes terhadap kunjungan Herzog telah berlangsung di berbagai kota Australia sejak kedatangannya pada Senin untuk lawatan empat hari.

Ketegangan meningkat setelah bentrokan antara polisi dan demonstran terjadi awal pekan ini. Ribuan orang turun ke jalan pada Senin, memicu kericuhan di sejumlah lokasi.

Rekaman yang beredar luas di media sosial memperlihatkan polisi New South Wales menarik dan mengusir paksa jamaah Muslim yang sedang melaksanakan doa di tengah aksi protes.

Insiden tersebut menuai kecaman luas, termasuk dari Dewan Imam Nasional Australia yang menyebut tindakan polisi sebagai “mengejutkan, sangat mengganggu, dan sama sekali tidak dapat diterima.”

Utusan Khusus Australia untuk Islamofobia, Aftab Malik, menyerukan investigasi atas penggunaan kekuatan oleh polisi serta meminta Perdana Menteri NSW Chris Minns menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas Muslim.

Herzog menjalani kunjungan resmi dengan pengamanan ketat, termasuk aparat kepolisian, personel keamanan Israel, serta penembak jitu.

Ia juga bertemu pemimpin komunitas Yahudi di Sydney setelah serangan teror Bondi pada Desember lalu.

Komisi penyelidikan khusus Dewan HAM PBB tahun lalu menyatakan Israel melakukan genosida di Gaza dan mengutip pernyataan Herzog setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai indikasi niat genosida.

Israel melancarkan ofensif militernya di Gaza sejak Oktober 2023. Lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 171.000 terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sementara sekitar 90 persen infrastruktur wilayah itu hancur.

Meski telah ada gencatan senjata, otoritas kesehatan Gaza menyebut militer Israel masih melakukan pelanggaran dengan menewaskan ratusan warga Palestina.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın