Iran ancam serang kapal yang melintas di Selat Hormuz
Iran menembakkan 26 drone dan lima rudal balistik ke target militer AS di kawasan Teluk
ANKARA
Korps Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang setiap kapal yang mencoba melintas di jalur strategis tersebut, di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan terkait gelombang ke-11 Operasi Janji Setia 4, Garda Revolusi menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup dan setiap kapal yang berupaya melewati kawasan itu akan diserang dan dibakar.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Iran terus melancarkan serangan balasan atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Dalam keterangan yang sama disebutkan bahwa sebanyak 26 pesawat nirawak dan lima rudal balistik ditembakkan ke target tetap dan bergerak milik militer Amerika Serikat di Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, serta di kawasan Selat Hormuz.
Pangkalan Arifjan milik Amerika Serikat di Kuwait dilaporkan diserang menggunakan 12 drone. Sementara itu, pusat komando dan kendali militer Amerika Serikat di Pangkalan Minhad, Uni Emirat Arab, disebut menjadi sasaran enam drone dan lima rudal balistik.
Fasilitas Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain yang sebelumnya belum terkena serangan juga diklaim dihancurkan menggunakan enam drone.
Citra satelit yang diperoleh perusahaan Planet Labs dan dianalisis media Amerika Serikat menunjukkan sejumlah bangunan di markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain mengalami kerusakan berat.
Secara terpisah, Kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami menyatakan Amerika Serikat dan Israel kembali menyerang fasilitas nuklir Natanz sebanyak dua kali pada Minggu sore.
Dalam surat kepada Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Mariano Grossi, Eslami menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan mendesak badan tersebut untuk mengutuk tindakan itu.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan hari ketika rakyat Iran menggulingkan pemerintahan mereka semakin dekat. Ia mengatakan serangan bersama dengan Amerika Serikat bertujuan menghilangkan ancaman eksistensial terhadap Israel.
Di sisi lain, ledakan keras dilaporkan terdengar di Doha, ibu kota Qatar, ketika Iran melanjutkan serangan drone dan rudal ke target yang dikaitkan dengan Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Sistem pertahanan udara dilaporkan diaktifkan dan peringatan darurat dikirimkan ke telepon seluler warga.

Kementerian Pertahanan Kuwait juga mengumumkan seorang personel angkatan lautnya tewas saat menjalankan tugas, tanpa merinci penyebab kematian tersebut.
Iran menyatakan serangan balasannya menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, Oman, Suriah, dan Irak. Namun serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban sipil serta kerusakan pada bandara, pelabuhan, dan bangunan lainnya.
Dalam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi dilaporkan tewas.
Bulan Sabit Merah Iran menyatakan 555 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat pemboman sejak 28 Februari.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
