Maria Elisa Hospita
10 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Masjid London Timur pada Senin memperingati 23 tahun genosida Srebrenica.
Pembicara dalam acara peringatan itu di antaranya kepala masjid Muhammad Habibur-Rahman, Abdullah Faliq dari Bosnia Heritage Foundation, Harun Khan dari Dewan Muslim Inggris, dan para penyintas perang Bosnia, Ilijaz Pilav dan Resad Trbonja.
"Pada tahun 1995, kami menyasikan sebanyak lebih dari 8.000 jiwa dibantai di Srebrenica dan malam ini kami berada di sini untuk mengenang mereka yang telah gugur dan dimakamkan pada 11 Juli," kata Faliq.
Peringatan yang diselenggarakan bersama dengan Yayasan Warisan Bosnia dan Organisasi Remember Srebrenica diadakan setiap tahunnya di Masjid London Timur.
“Hari ini saya menyambut semua tamu dan saudara kita yang hadir di acara ini. Kami sangat senang Anda telah meluangkan waktu untuk berada di sini dalam kesempatan yang sangat penting ini," ujar Habibur-Rahman.
“Banyak dari Anda mungkin belum pernah ke mari sebelumnya, atau mungkin Anda pernah datang ke acara ini, Alhamdullilah, selama bertahun-tahun, kami berkesempatan mengadakan acara peringatan, dan kami akan terus mengadakan ini setiap tahunnya," tambah dia.
Acara peringatan itu juga termasuk pemutaran film pendek dan dokumenter yang menampilkan realitas genosida Srebrenica dan konsekuensinya terhadap rakyat Bosnia.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berada di sini dan menyampaikan kisah-kisah perang Bosnia. Pada usia 19 tahun, saya ikut bertempur melawan Tentara Nasional Yugoslavia, yang telah mengepung kota saya selama tiga tahun - pengepungan terlama dalam sejarah," tutur Trbonja.
"Saya selamat dari genosida Srebrenica yang mengerikan dan genosida lainnya yang terjadi di Bosnia selama perang 1992-1995. Saya berpesan pada Anda untuk melawan prasangka dan menyebarkan cinta dan persatuan," ungkap dia.
Genosida Srebrenica terjadi pada 11 Juli 1995 dan menewaskan lebih dari 8.000 Muslim Bosnia yang dibantai oleh pasukan Bosnia-Serbia di bawah kepemimpinan Presiden Slobodan Milosevic dan Jenderal Ratko Mladic.
Pembantaian tersebut dikenal sebagai aksi pembunuhan massal terburuk sejak akhir Perang Dunia Kedua.
Setiap tahunnya, sisa-sisa jasad korban genosida ditemukan di kuburan massal dan dimakamkan dengan terhormat di Potocari Memorial Center di Srebrenica.