Maria Elisa Hospita
10 Juli 2018•Update: 11 Juli 2018
Emel Oz Gozellik
ANKARA
Sedikitnya 270 wartawan terperangkap di barat daya provinsi Daraa, Suriah, di tengah serangan rezim yang terus berlangsung di kawasan itu, kata Asosiasi Jurnalis Suriah, Selasa.
“Dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar awak media dipaksa pindah ke area sempit di Quneitra, namun beberapa dari mereka masih terperangkap di 'Daraa Al Balad',” jelas asosiasi itu dalam sebuah pernyataan.
Menurut asosiasi itu, para jurnalis mencari jalan keluar yang aman melalui perbatasan Yordania.
"Yang paling menakutkan adalah aksi balas dendam rezim dan milisi sekutunya terhadap siapapun yang menyuarakan oposisi terhadap rezim," tambah pernyataan itu.
Sejak 20 Juni, rezim Bashar al-Assad telah melancarkan operasi militer besar-besaran - dibantu oleh kekuatan udara Rusia - untuk menguasai sebagian besar area perbatasan paling selatan Suriah dengan Yordania.
Pertempuran itu telah memicu eksodus, dengan sekitar 350.000 warga sipil melarikan diri dari Daraa ke dekat perbatasan Yordania.
Setelah perundingan damai yang diadakan tahun lalu di Astana, Kazakhstan, Daraa ditetapkan sebagai "zona de-eskalasi" di mana tindakan agresi dilarang keras.
Suriah telah dilanda konflik berkepanjangan sejak tahun 2011, ketika rezim Assad menyerang kelompok demonstran dengan brutal.