Rıskı Ramadhan
20 Maret 2018•Update: 20 Maret 2018
Omer Aydın
PARIS
Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pada Selasa dilaporkan telah ditahan dalam lingkup penyelidikan awal terkait dugaan menerima dukungan finansial dari pemimpin Libya Muammar Gaddafi selama masa kampanye pemilihan presiden pada tahun 2007.
Menurut lansiran surat kabar Le Monde, Polisi Biro Anti Korupsi menahan Sarkozy di Paris Nanterre pada Selasa pagi.
Menurut laporan, Sarkozy yang baru saja kembali dari Dubai dan tengah bersiap untuk pergi ke London, ditahan atas tuduhan menjalankan kampanye selama pemilihan presiden 2007 dengan uang yang dikirim oleh pemimpin Libya saat itu, Muammar Gaddafi.
Penyelidikan awal terkait dugaan tersebut dimulai pada tahun 2013.
Pada 2016, seorang pengusaha bernama Ziad Takieddine mengatakan bahwa dia membawa uang sebesar EUR 5 juta dari Libya untuk Sarkozy pada akhir tahun 2006.
Pernyataan tersebut membenarkan keterangan mantan direktur unit intelijen militer Libya Abdullah Senussi pada 2012 di Libya.
Mantan Menteri Perminyakan Libya Shukri Ghanem pada tahun 2012 meninggal dunia secara mencurigakan, catatan yang ditemukan bersamanya mengungkapkan bahwa ada sebuah tas berisi uang yang telah diberikan kepada Sarkozy.
Bashir Salih, yang diyakini sebagai orang yang menghubungkan Gaddafi dan Prancis dan baru-baru ini terluka dalam serangan bersenjata di ibu kota Afrika Selatan, Johannesburg berujar, "Gaddafi mengatakan bahwa dia mendanai Sarkozy. Sarkozy mengatakan sebaliknya. Saya lebih percaya Gaddafi daripada Sarkozy.”
Sarkozy menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Prancis antara tahun 2002-2004 dan 2005-2007, kemudian dia terpilih sebagai presiden pada tahun 2007 setelah mengalahkan kandidat sosialis Segolene Royal. Sarkozy menjabat sebagai presiden Prancis dari tahun 2007 sampai 2012.