Maria Elisa Hospita
26 September 2019•Update: 27 September 2019
Waleed Abdullah
TRIPOLI, Libya
Bandara Internasional Mitiga di Tripoli, Libya, kembali dihantam serangan udara pada Kamis.
Saksi mata mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat yang menargetkan bandara diluncurkan oleh pasukan pendukung Jenderal Khalifa Haftar di Libya Timur.
Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah dua serangan udara lainnya pada Rabu malam.
Pada 2 September, layanan penerbangan di bandara Mitiga dihentikan karena serangan pasukan Haftar, kemudian dialihkan ke Bandara Misrata.
Pasukan Haftar melancarkan serangan sejak April untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bentrokan antara kedua pihak telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan melukai sekitar 5.500 lainnya.
Negara kaya minyak itu dilanda gejolak sejak 2011, yaitu ketika Muammar Khaddafi digulingkan dan terbunuh dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, muncul dua poros kekuasaan yang saling bersaing di Libya, satu di Libya Timur yang dikuasai Haftar, dan satu lagi di Tripoli yang merupakan basis GNA.
*Bassel Barakat turut melaporkan dari Ankara