Maria Elisa Hospita
04 April 2019•Update: 04 April 2019
Ali Semerci
TRIPOLI
Dewan Presiden Libya mengeluarkan peringatan militer pada Rabu, setelah pasukan pendukung komandan Khalifa Haftar dikerahkan ke bagian barat negara itu.
Lewat sebuah pernyataan, ketua dewan, Fayez al-Sarraj, mengatakan instruksi telah dikeluarkan dan seluruh pasukan keamanan dikerahkan untuk menggagalkan setiap serangan.
"Tidak ada solusi militer untuk krisis ini. Selain kehancuran, perang tidak akan membawa dampak apapun bagi Libya," tegas al-Sarraj.
Pada Rabu, Haftar memerintahkan pasukannya untuk bergerak ke wilayah barat negara itu untuk "mengusir kelompok-kelompok teroris dan menghancurkan benteng pertahanan mereka".
Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya spekulasi bahwa pasukan pro-Haftar berencana untuk bergerak menuju Tripoli, di mana markas pemerintah persatuan Libya yang didukung PBB berada.
Libya dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO berhasil menggulingkan dan menyebabkan tewasnya Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing: satu di timur Kota Al-Bayda; dan satu lagi di Tripoli.
Konferensi "Dialog Nasional" yang disponsori PBB akan diadakan pada 14 April mendatang di Kota Ghadames, di Libya Barat, untuk menyusun "peta jalan" politik.
*Faruk Zorlu turut berkontribusi dalam laporan ini