Merve Bakar
23 Februari 2022•Update: 24 Februari 2022
ANKARA (AA) – Libya pada Selasa mendesak Rusia menarik semua pasukannya dari wilayah Ukraina dan perbatasan Ukraina.
“Pemerintah Libya bergabung dengan seruan komunitas internasional kepada Rusia untuk tidak melancarkan serangan militer terhadap #Ukraina. Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina," kata Kementerian Luar Negeri Libya di Twitter.
“Kami meminta Rusia untuk mengurangi dan menarik pasukan militernya di perbatasan Ukraina dan dari dalam wilayah kedaulatan Ukraina,” kata Kemlu Libya.
“Kami juga menolak untuk mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk atau Republik Rakyat Luhansk.
"Selain itu, kami mengutuk dan menolak kehadiran ilegal kelompok #Wagner di Ukraina dan #Libya," tegasnya.
“Kami menyerukan Rusia untuk menggunakan bahasa #diplomasi dan dialog daripada kekerasan dan perang.”
Meningkatnya ketegangan
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pengakuan Moskow atas wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri di Ukraina dalam pidato Senin yang juga menyerang pemerintah Ukraina dan AS dan menuduh Barat mengabaikan masalah keamanan inti Moskow.
AS, dengan sekutu Eropanya, mengatakan bahwa Rusia sedang menyiapkan diri menyerang Ukraina setelah memobilisasi lebih dari 100.000 tentara dan peralatan berat di sekitar Ukraina.
Rusia telah membantah bahwa mereka sedang bersiap menyerang Ukraina dan sebaliknya menuduh negara-negara Barat merusak keamanannya melalui ekspansi NATO.
Pada tahun 2014, Moskow mulai mendukung pasukan separatis di Ukraina timur melawan pemerintah pusat, sebuah kebijakan yang terus dipertahankan Rusia sejak saat itu.
Konflik tersebut telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa, menurut PBB.