Muhammad Abdullah Azzam
04 April 2019•Update: 04 April 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Serangan udara bertubi-tubi pasukan rezim Suriah Bashar al-Assad pada Kamis di zona de-eskalasi Idlib menyebabkan 10 warga sipil tewas, ungkap White Helmets.
Serangan secara bertubi-tubi itu menghantam distrik Khan Sheikhun, Kefrenbil, Marratinnuman dan Serakib dan beberapa desa di kota Hama.
Menurut sumber pertahanan sipil dan pihak rumah sakit di distrik Kefrenbil, serangan udara oleh pasukan rezim telah menewaskan 10 warga sipil dan melukai 25 warga lainnya.
Tim pertahanan sipil hingga kini masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, dan mengkhawatirkan jumlah korban tewas yang mungkin dapat bertambah.
Sebanyak 135 warga sipil tewas akibat serangan rezim Assad, kelompok-kelompok teroris dukungan Iran dan serangan-serangan jet Rusia pada bulan Maret kemarin.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.