Muhammad Abdullah Azzam
02 Juli 2020•Update: 02 Juli 2020
Gülşen Topçu
TRIPOLI
Tentara Libya mengumumkan setidaknya 208 jenazah atau jasad telah dikeluarkan dari kuburan massal di selatan ibu kota Tripoli dan Tarhuna serta daerah sekitarnya.
Menurut pernyataan kantor pers Operasi Gunung Berapi Kemarahan yang dipimpin pemerintah Libya, jumlah jasad yang ditemukan antara 5-28 Juni di wilayah yang telah dibebaskan dari milisi Khalifa Haftar mencapai 208 jasad.
Tim investigasi menemukan jejak penyiksaan pada mayat di Rumah Sakit Tarhuna, di antaranya terdapat wanita dan anak-anak.
Pernyataan itu menyebutkan 15 jasad berhasil diidentifikasi identitasnya dan dikirim ke keluarga mereka di wilayah Kasr bin Gashir di selatan ibu kota.
Menurut angka yang dikonfirmasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 11 kuburan massal ditemukan di Tarhuna dan sekitarnya pada 5 Juni.
Selama periode ini, pemerintah Libya berulang kali meminta PBB, Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan organisasi hak asasi manusia global, untuk menggelar penyelidikan internasional terhadap kuburan massal itu.
Setelah seruan Libya itu, PBB akhirnya memutuskan untuk membentuk Komisi Penelitian Internasional Libya di bawah Dewan Hak Asasi Manusia untuk menyelidiki peristiwa di Libya.