GLASGOW, Skotlandia
Lebih dari 100 pemimpin dunia menandatangani deklarasi yang berkomitmen menghentikan dan mengembalikan hilangnya hutan dan degradasi lahan pada 2030.
Berdasarkan perjanjian tersebut, 12 negara juga berjanji mengeluarkan USD12 miliar dana publik antara tahun 2021 dan 2025 untuk melindungi dan memulihkan hutan.
Selain itu, tambahan USD7,2 miliar akan disediakan oleh investor swasta.
Pengumuman Leader's Declaration on Forests and Land Use ini datang pada hari pertama pembukaan Leaders' Summit sesi ke-26 Conference of the Parties (COP26) to the United Nations Framework Convention on Climate Change yang akan berlangsung hingga 12 November.
COP26 mengumpulkan sekitar 120 pemimpin dengan meluncurkan negosiasi global selama dua pekan guna menentukan apakah mereka dapat mendorong tindakan mendesak untuk menghindari bencana perubahan iklim.
Agenda utamanya adalah membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius di atas rata-rata pra-industri pada akhir abad ini.
Tindakan untuk mengurangi emisi perlu dimulai sekarang guna memotong hingga 50 persen emisi global pada 2030 untuk mencapai target.
Deklarasi para pemimpin termasuk komitmen untuk melestarikan hutan dan ekosistem darat lainnya serta untuk mempercepat restorasi mereka.
Para pemimpin sepakat untuk mengurangi kerentanan, membangun ketahanan dan meningkatkan mata pencaharian di pedesaan bersama dengan menerapkan dan mendesain ulang kebijakan pertanian untuk mendorong pertanian berkelanjutan.
Deklarasi tersebut juga menegaskan kembali aliran keuangan dengan tujuan internasional untuk mengembalikan keragaman hayati dan degradasi hutan.
Dalam sebuah pernyataan tentang deklarasi tersebut, World Wide Fund for Nature (WWF) menyambut baik komitmen tersebut dan mengatakan deklarasi tersebut selaras dengan janji sejumlah pemerintah untuk mengembalikan hilangnya keanekaragaman hayati pada 2030 demi pembangunan berkelanjutan.
“Hutan menyediakan jasa ekosistem yang sangat penting bagi kesejahteraan manusia, ekonomi dan sosial, namun mereka terus menghilang pada tingkat yang mengkhawatirkan. Komitmen lebih dari 100 pemimpin dunia untuk menghentikan dan membalikkan deforestasi dan degradasi lahan pada tahun 2030 disambut baik karena mengakui nilai penting hutan dan ekosistem alam lainnya," kata Fran Price, Global Forest Practice Lead di WWF, dalam sebuah pernyataan.
Price mencatat janji tersebut harus diikuti dengan implementasi komitmen dan kebijakan mengatasi penyebab deforestasi dan degradasi hutan.
“Pemerintah harus meningkatkan upaya untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lahan dengan meningkatkan partisipasi, akuntabilitas dan transparansi serta mengatasi perilaku korupsi,” kata Price.
"Ini termasuk secara aktif mendukung partisipasi masyarakat adat dalam kebijakan nasional dan internasional yang relevan dengan rencana iklim nasional dan pelatihan advokasi untuk masyarakat adat guna mempromosikan transparansi dan dialog antara masyarakat dan pemerintah."
Price mengatakan mereka mendesak pemerintah untuk melengkapi komitmen penggunaan hutan dan lahan.
Terlepas dari janji tersebut, para aktivis iklim memprotes dan menuntut para pemimpin dunia untuk menghadapi darurat iklim.
news_share_descriptionsubscription_contact

