Hayati Nupus
18 April 2018•Update: 18 April 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia bersiap menghadapi transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan, badai La Nina kategori lemah di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia telah berakhir dan akan menuju kondisi normal pada Mei – September 2018.
Sebagaian besar wilayah Indonesia, kata Dwikorita, akan menghadapi massa udara kering akibat angin timuran yang bersumber dari dominasi angin Monsun Australia.
“Kondisi ini selaras dengan awal periode musim kemarau di Indonesia,” ungkap Dwikorita dalam siaran pers Selasa malam.
Dwikorita menyebutkan sejumlah wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau, seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Sementara Pulau Jawa, sebagian Sulawesi, sebagian Kalimantan, dan Sumatera akan memasuki musim kemarau pada Mei.
“Masyarakat di wilayah rentan juga perlu waspada terjadi kebakaran hutan dan lahan,” imbau Dwikorita.
Terutama Aceh dan Sumatera Utara bagian timur, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, serta sebagian Papua bagian Selatan.
Meski begitu, ujar Dwikorita, sejumlah wilayah di Indonesia bagian barat masih memiliki massa udara lembab dan berpeluang hujan. Seperti di Sumatera bagian Selatan, Jawa bagian Tengah dan Timur, Kalimantan bagian Utara dan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Selatan, serta Maluku bagian Utara.