Maria Elisa Hospita
23 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
Maecy Alviar
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Status tanggap darurat bencana telah diberlakukan di sejumlah provinsi di utara Filipina, termasuk di ibu kota, Manila, karena hujan yang terus-menerus mengguyur negara itu selama sepekan terakhir.
Banjir yang menggenangi sejumlah desa terjadi akibat hujan yang dibawa oleh dua topan, sehingga menyebabkan lebih dari 200ribu jiwa terdampak.
Menurut Departemen Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial, 13ribu warga telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara yang didirikan oleh pemerintah.
Selain itu, kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah di daerah terdampak juga telah ditutup.
Di tengah banjir yang terus meluas, pasokan listrik di seluruh wilayah provinsi Bataan masih belum tersedia.
Dewan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) mengungkapkan bahwa hujan lebat itu telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan pertanian senilai PHP250 juta (USD4,71 juta). Sebanyak 156 rumah, 30 ruas jalan dan empat jembatan hancur akibat banjir besar dan tanah longsor.
Setiap tahunnya, Filipina dilanda sekitar 20 topan dan badai, sebagian besar di antaranya mematikan.
Pada tahun 2013, Topan Haiyan - salah satu siklon tropis terkuat yang pernah ada - menghantam beberapa kepulauan utama negara itu, dan menyebabkan lebih dari 8.000 orang tewas, hilang, atau terluka.