Laporan HAM: Korban tewas unjuk rasa di Iran capai 6.126 orang
Lebih dari 41.800 orang ditangkap selama 30 hari aksi protes berlangsung
WASHINGTON
Jumlah korban tewas selama gelombang unjuk rasa di Iran bertambah menjadi 6.126 orang, menurut laporan lembaga pemantau HAM berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA).
HRANA juga mencatat sebanyak 41.880 orang telah ditangkap hingga hari ke-30 berlangsungnya aksi protes secara nasional di Iran.
Selain itu, sedikitnya 11.009 orang dilaporkan mengalami luka berat selama rangkaian demonstrasi tersebut.
Gelombang protes di Iran pecah sejak akhir Desember lalu, bermula pada 28 Desember di Pasar Besar Teheran, dipicu oleh anjloknya nilai mata uang rial serta memburuknya kondisi ekonomi. Aksi tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota lain di berbagai wilayah Iran.
Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan terhadap apa yang disebut sebagai “perusuh bersenjata” yang dituduh melakukan sejumlah serangan di ruang publik di berbagai wilayah negara itu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan mengambil tindakan keras apabila demonstran dibunuh. Namun, Trump juga memuji pemerintah Iran setelah muncul laporan bahwa Teheran membatalkan ratusan eksekusi yang sebelumnya dijadwalkan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
