Maria Elisa Hospita
13 Oktober 2020•Update: 13 Oktober 2020
Jaafar Qassim
TRIPOLI
El-Sharara, ladang minyak terbesar di Libya, kembali memulai produksinya pada Senin.
"Tahap pertama yakni memompa persediaan dari stasiun pompa utama ke pelabuhan minyak Ras Lanuf telah dimulai," kata pihak pengelola ladang.
Dengan pengoperasian kembali ladang, produksi minyak Libya akan meningkat menjadi sekitar 350.000 barel per hari.
Pada 18 September, panglima perang Khalifa Haftar mengumumkan pencabutan blokade dari ladang dan fasilitas minyak, termasuk ladang minyak Sharara, setelah penutupan selama sembilan bulan.
Pekan lalu, Bank Sentral Libya mengungkapkan bahwa kerugian negara akibat penutupan fasilitas minyak mencapai sekitar USD10 miliar.
*Ditulis oleh Mahmoud Barakat