Dunia

Ketua Hamas desak jaminan internasional dalam perjanjian komprehensif dengan Israel

Kelompok perlawanan Palestina itu telah menunjukkan 'sikap positif dan bertanggung jawab' selama proses negosiasi tidak langsung dengan Israel, kata Ketua Hamas Ismail Haniyeh

Mohammed Majed, Mustafa Haboush  | 11.03.2024 - Update : 14.03.2024
Ketua Hamas desak jaminan internasional dalam perjanjian komprehensif dengan Israel Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh.

GAZA 

Kepala biro politik Hamas pada Minggu mengatakan bahwa kelompoknya “telah menunjukkan sikap positif dan tanggung jawab” selama negosiasi tidak langsung dengan Israel, dan Hamas bersikeras pada perjanjian komprehensif dengan jaminan internasional untuk mewajibkan Israel mematuhi janjinya.

“Kami tidak ingin mencapai kesepakatan yang tidak mengakhiri perang di Jalur Gaza, atau tidak membiarkan pengungsi kembali ke rumah mereka, atau tidak menjamin kepergian musuh Zionis dari Jalur Gaza,” kata Ismail Haniyeh dalam pidato di televisi.

Haniyeh mengatakan Israel “bertanggung jawab karena tidak mencapai kesepakatan dan tidak mau berkomitmen pada prinsip-prinsip dasar perjanjian.”

“Meski demikian, kami terbuka untuk melanjutkan negosiasi dan terbuka terhadap formula apa pun yang mencapai prinsip-prinsip ini dan mengakhiri agresi ini,” tegas dia.

Haniyeh menekankan bahwa Israel “berbicara dengan mediator mengenai penempatan kembali dan reposisi pasukan pendudukan di Jalur Gaza,” yang menunjukkan bahwa Israel “sejauh ini belum membuat komitmen untuk mengembalikan para pengungsi ke tempat tinggal mereka.”

Kepala Hamas itu menegaskan kembali lima prinsip untuk mencapai kesepakatan komprehensif untuk menghentikan perang, termasuk “gencatan senjata yang komprehensif, penarikan penuh tentara Israel dari semua wilayah di Jalur Gaza, pemulangan total pengungsi tanpa syarat, dan penanganan masalah kemanusiaan termasuk bantuan, perlindungan dan rekonstruksi, mengakhiri pengepungan, dan kemudian mencapai kesepakatan penukaran tahanan.”

Dia juga menuduh Israel “menghindar untuk memberikan jaminan dan komitmen yang jelas untuk menghentikan perang di Jalur Gaza.”

Haniyeh juga memperingatkan bahwa “musuh melancarkan perang psikologis terhadap rakyat kami dan ada upaya untuk menyebarkan perselisihan dan menciptakan kekacauan, namun semua ini akan gagal.”

Dia mencatat “penjajah juga gagal menggusur rakyat kami dan memecah belah Jalur Gaza meskipun terjadi banyak pembantaian dan pembersihan etnis serta genosida yang dilakukan terhadap rakyat Palestina kami.”

Haniyeh juga menegaskan bahwa Hamas “sedang memantau perombakan urusan internal Palestina dan lebih peduli terhadap persatuan rakyat Palestina dan membangun kembali komponen politik dan kepemimpinannya di atas fondasi yang benar dan kuat.”

Dia meminta warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat dan diaspora “untuk mendukung pertempuran Banjir Al-Aqsa guna melindungi Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa dari segala konspirasi yang menyerang tempat-tempat paling suci kita, umat Islam dan Kristen”.

Kepala biro politik Hamas juga menyampaikan salam kepada gerakan perlawanan di Lebanon, Yaman dan Irak serta kepada masyarakat Arab dan Islam yang telah menyatakan dukungannya terhadap Gaza.

Israel melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas pada 7 Oktober yang dipimpin oleh kelompok Palestina Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Sekitar 31.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.