Selcuk Uysal
29 Maret 2026•Update: 31 Maret 2026
ANKARA
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan bahwa negaranya tidak berencana mempertahankan kehadiran militer jangka panjang di Iran, seiring konflik antara AS-Israel dan Iran yang telah memasuki bulan kedua.
Dalam wawancara dengan jurnalis independen Ben Johnson pada Jumat, Vance menegaskan bahwa keterlibatan militer AS bersifat terbatas dan sementara, serta akan segera diakhiri setelah tujuan operasi tercapai.
“Presiden telah sangat jelas mengenai hal ini, bahwa kami tidak tertarik berada di Iran satu atau dua tahun ke depan,” ujar Vance.
Ia menambahkan bahwa AS hanya menjalankan misi yang dianggap perlu dan akan segera menarik pasukannya dari wilayah tersebut.
“Kami akan segera keluar dari sana, dan harga gas akan kembali turun,” katanya.