Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Oktober 2018•Update: 01 November 2018
Adham Kako
ANKARA
Sebuah kelompok hak asasi Suriah menyerukan pelarangan terhadap perusahaan Rusia dan Iran untuk mengambil bagian dalam proses rekonstruksi di negara itu selama rezim Bashar al-Assad tetap berkuasa.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mengatakan baik Rusia maupun Iran telah mendukung rezim selama perang saudara di negara itu dan peran mereka dalam rekonstruksi dapat meningkatkan kekacauan di sana.
Pernyataan itu mengatakan bahwa Rusia dan Iran telah berkontribusi pada kekerasan di Suriah karena mereka mendukung rezim Assad.
SNHR mengatakan proses rekonstruksi dengan solusi politik dapat mengembalikan stabilitas di Suriah.
Pada beberapa platform internasional, Rusia telah menyuarakan bahwa untuk sementara situasi di Suriah sudah normal dan proses rekonstruksi dapat dimulai.
Pada 1 September, Iran mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian dengan rezim Assad mengenai pembangunan infrastruktur, perumahan dan kereta api.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.