Dunia

Kanselir Jerman desak embargo senjata ke Libya

Angela Merkel menyambut baik janji panglima perang Libya Haftar untuk menghormati gencatan senjata saat ini

Rhany Chaırunıssa Rufınaldo   | 17.01.2020
Kanselir Jerman desak embargo senjata ke Libya Kanselir Jerman Angela Merkel. (Foto file-Anadolu Agency)

Berlin

BERLIN 

Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan embargo senjata ke Libya untuk memfasilitasi solusi politik bagi konflik tersebut.

Berbicara di sebuah konferensi pers di Berlin pada Kamis, Merkel menyambut janji komandan pemberontak Khalifa Haftar untuk menghormati gencatan senjata dan kesediaannya menghadiri Konferensi Berlin yang dijadwalkan pada Minggu.

"Pertama-tama, kesiapan dia [Haftar] untuk mematuhi gencatan senjata adalah kabar baik," ujar dia.

Merkel menekankan bahwa itu adalah salah satu syarat untuk keberhasilan konferensi Berlin.

Kanselir mendesak komitmen baru dari pihak-pihak yang berkonflik untuk menghormati embargo senjata PBB terhadap Libya.

"Pada konferensi Libya, di atas segalanya kita harus mencapai embargo senjata yang sudah disepakati dalam kerangka kerja PBB, tetapi sejauh ini tidak ditaati," tutur dia.

Pasukan Haftar, yang menerima dukungan dari Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA), memulai serangan militer besar pada April tahun lalu untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.

Menurut PBB, lebih dari 1.000 orang tewas sejak awal operasi dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.

Pada 12 Januari, pihak yang bertikai dalam konflik Libya mengumumkan gencatan senjata sebagai tanggapan atas seruan Putin dan Erdogan.

Setelah menggelar perundingan di Moskow, kepala Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya Fayez al-Sarraj menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada Senin malam.

Namun, Haftar kembali ke Libya pada Selasa tanpa menandatangani perjanjian dan meminta tambahan waktu untuk mempertimbangkannya.

Sebelumnya pada Kamis, Haftar berjanji untuk menghormati gencatan senjata setelah hampir tiga jam bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di Benghazi.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Maas mengatakan Haftar telah menerima undangan pemerintah Jerman untuk menghadiri konferensi perdamaian Libya di Berlin pada Minggu.

“Jenderal Haftar telah mengisyaratkan kesiapannya untuk berkontribusi pada keberhasilan Konferensi Libya di Berlin dan bersedia untuk berpartisipasi. Dia telah menegaskan kembali komitmennya untuk mematuhi gencatan senjata yang ada," tulis dia.

Jerman berupaya mengumpulkan pihak-pihak yang berkonflik dan negara-negara yang peduli dengan masalah Libya di Konferensi Berlin dalam upaya mencapai gencatan senjata permanen dan membuka jalan bagi solusi politik untuk konflik tersebut.

Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.