Oliver Towfigh Nia
01 Oktober 2025•Update: 09 Oktober 2025
BERLIN
Pemerintah Jerman kembali menyetujui pengiriman senjata ke Israel di tengah larangan ekspor atas perang genosida Tel Aviv di Gaza, kata laporan media pada Rabu.
Nilai ekspor senjata sedikitnya USD2,46 juta (USD2,89 juta), kata Kementerian Ekonomi Jerman dalam menanggapi penyelidikan parlemen dari Partai Kiri oposisi.
Pemerintah mengklaim bahwa persetujuan ini hanya berlaku untuk "peralatan militer lainnya" dan bukan "senjata perang", dan hanya mewakili sebagian kecil dari ekspor yang telah disetujui sebelumnya. Lampu hijau untuk izin ekspor senjata diberikan antara 13 dan 22 September.
Sementara itu, anggota parlemen Partai Kiri Lea Reisner mengecam keras pemerintah karena kembali mengeluarkan izin ekspor tersebut.
"Pemerintah Jerman menyesatkan publik dengan pengumuman pembekuan pengiriman sementara masih terus menyetujui peralatan militer senilai jutaan dolar untuk Israel," kata pakar militer itu.
"'Pembekuan' ini hanyalah pencuci mata belaka dan dapat dicabut sewaktu-waktu," tambah Reisner.
Pada 8 Agustus, Kanselir Friedrich Merz mengeluarkan perintah yang melarang pengiriman peralatan militer yang dapat digunakan dalam konflik Gaza ke Israel untuk sementara waktu. Perintah ini merupakan respons atas perang genosida Israel di Gaza.
Jerman telah menyaksikan protes yang meluas dalam beberapa minggu terakhir atas dukungan militer Berlin terhadap perang Israel di Jalur Gaza.
Lebih dari 100.000 orang berunjuk rasa pada hari Sabtu di Berlin, menyerukan “diakhirinya semua kerja sama militer dengan Israel.”