Dunia

Israel minta pengurangan truk bantuan harian ke Gaza pada tahap kedua gencatan senjata

PBB menilai bantuan yang masuk ke Gaza masih belum memadai meski gencatan senjata telah berlaku

29.01.2026 - Update : 29.01.2026
Israel minta pengurangan truk bantuan harian ke Gaza pada tahap kedua gencatan senjata

ANKARA

Militer Israel dilaporkan meminta agar jumlah truk bantuan kemanusiaan harian yang masuk ke Jalur Gaza pada tahap kedua kesepakatan gencatan senjata diturunkan menjadi 200 truk per hari, dari ketentuan 600 truk per hari.

Laporan The Jerusalem Post yang mengutip sumber militer Israel menyebut permintaan tersebut diajukan dalam kerangka tahap kedua gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat.

Dalam laporan itu, militer Israel mengklaim penilaian internal mereka menunjukkan populasi Gaza hanya membutuhkan 200 truk bantuan per hari.

Sumber yang sama juga menuding sebagian bantuan “diambil alih” Hamas dan digunakan untuk memperkuat kontrolnya di wilayah tersebut.

Menurut laporan itu, komando militer Israel menyatakan pada tahap pertama gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober, Israel menyetujui masuknya 600 truk bantuan per hari dengan alasan menjaga keamanan pangan jangka panjang dan menunjukkan itikad baik kepada pemerintah Amerika Serikat. Namun, mereka menilai tahap kedua harus menerapkan ketentuan berbeda.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa bahkan setelah gencatan senjata, bantuan yang masuk ke Jalur Gaza masih belum memadai karena pembatasan yang diterapkan Israel.

Pernyataan dari otoritas di Gaza juga bertentangan dengan klaim bahwa Israel mengizinkan masuknya 600 truk per hari pada tahap pertama.

Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza Ismail al-Sawabite mengatakan kepada Anadolu pada 24 November bahwa meski protokol kemanusiaan yang mengikat mengatur masuknya setidaknya 600 truk bantuan dan barang dagangan per hari, Israel hanya mengizinkan maksimal 200 truk per hari masuk ke Gaza.

Israel selama ini dikritik karena menerapkan pembatasan ketat terhadap masuknya bantuan ke Jalur Gaza, di tengah situasi kemanusiaan yang memburuk, termasuk kekurangan air, obat-obatan, perlengkapan medis, dan kebutuhan kebersihan.

Sejumlah organisasi bantuan lokal dan internasional menilai kelaparan dan kekurangan air digunakan sebagai alat tekanan.

Israel juga soroti komite pengelola Gaza

The Jerusalem Post juga melaporkan militer Israel tidak menyambut pembentukan Gaza National Administration Committee (NCAG), sebuah komite pengelola yang dibentuk dalam kerangka rencana perdamaian Amerika Serikat untuk Gaza. Sumber militer Israel menilai komite itu “mempermudah pekerjaan” Hamas dan hanya menjadi bentuk penarikan taktis.

Sumber tersebut mengeklaim Hamas dapat berupaya mempertahankan pengaruh dari belakang layar, sementara komite disebut berpotensi berada di bawah pengaruh Otoritas Palestina namun tetap bergantung pada pejabat lapangan tingkat bawah di Gaza. Laporan itu menyebut dampak kerja komite diperkirakan baru akan terlihat dalam 2–3 bulan.

NCAG dilaporkan mulai bekerja di Kairo, Mesir, pada 16 Januari sebagai struktur nonpolitik yang bertugas menjalankan layanan publik harian di Gaza. Komite itu disebut beranggotakan 12 orang, dipimpin Ali Shaas.

Menurut rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut dalam laporan tersebut, NCAG menjadi salah satu dari empat struktur utama yang mengelola masa transisi di Gaza, bersama Dewan Perdamaian, Dewan Eksekutif Gaza, dan Pasukan Stabilitas Internasional.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın