Politik, Dunia

Anggota Kongres AS Ilhan Omar diserang saat forum warga di Minneapolis

Anggota DPR AS Ilhan Omar diserang oleh pria tak dikenal saat menggelar pertemuan warga di Minneapolis

Rabia Iclal Turan, Muhammad Abdullah Azzam  | 29.01.2026 - Update : 29.01.2026
Anggota Kongres AS Ilhan Omar diserang saat forum warga di Minneapolis Anggota DPR AS Ilhan Omar.

WASHINGTON

Anggota DPR Amerika Serikat Ilhan Omar diserang oleh seorang pria tak dikenal saat menggelar pertemuan di balai kota (town hall meeting) dengan konstituen di Minneapolis, Minnesota, Selasa malam (28/1), ketika membahas kebijakan pengetatan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Perwakilan Partai Demokrat dari Minnesota itu tengah berbicara di hadapan warga ketika seorang pria berlari menuju podium dan diduga menyemprotkan cairan bening ke arah Omar. Petugas keamanan segera menangkap dan melumpuhkan pelaku, sementara Omar terlihat terguncang namun tidak mengalami luka.

Belum diketahui secara pasti apa yang diucapkan pelaku saat diamankan maupun jenis cairan yang digunakan. Sejumlah orang di lokasi menyebut cairan tersebut berbau menyengat.

Insiden itu terjadi ketika Omar tengah mengkritik Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem serta menyerukan pengunduran diri atau pemakzulannya. Dalam kesempatan tersebut, Omar juga kembali menyuarakan tuntutan penghapusan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Meski sempat diminta meninggalkan ruangan untuk diperiksa, Omar kembali ke podium dan melanjutkan pidatonya. “Kita akan terus berbicara. Tolong, jangan biarkan mereka mencuri perhatian,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak akan gentar menghadapi intimidasi. “Orang seperti pria ini tidak memahami bahwa kami kuat sebagai warga Minnesota dan akan tetap tangguh menghadapi apa pun,” kata Omar, seraya menegaskan akan terus memimpin rekan-rekan Demokratnya menuntut pertanggungjawaban Menteri Noem.

Kantor Omar dalam pernyataan resminya mengatakan petugas keamanan bersama Kepolisian Minneapolis dengan cepat menangkap pelaku, yang kini berada dalam tahanan.

“Saya baik-baik saja. Saya seorang penyintas, jadi agitator kecil ini tidak akan mengintimidasi saya untuk berhenti bekerja. Saya tidak membiarkan perundung menang,” tulis Omar melalui platform media sosial X setelah kejadian.

Pihak kepolisian menyatakan pelaku ditangkap atas dugaan penyerangan tingkat tiga. Tim forensik juga diterjunkan untuk memeriksa lokasi kejadian, sementara Omar dipastikan tidak mengalami cedera.

Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan bernada merendahkan terhadap Omar dalam sebuah acara di Iowa. Trump kembali mengkritik latar belakang Somalia, negara asal Omar, yang disebutnya sebagai negara “bermasalah”.

Trump dalam beberapa bulan terakhir kerap menyerang Omar dengan pernyataan keras, termasuk menyebutnya dengan istilah merendahkan saat membahas imigran Somalia. Omar sebelumnya mengecam pernyataan tersebut dan menuduh Trump memiliki obsesi yang tidak wajar terhadap dirinya.

Anggota DPR Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez menilai serangan tersebut “bukan kebetulan”, mengingat Omar baru-baru ini menjadi sasaran serangan verbal dari Trump dan Wakil Presiden JD Vance.

Sementara itu, Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi pembela hak sipil Muslim terbesar di AS, mengecam keras penyerangan tersebut. CAIR menilai insiden itu merupakan konsekuensi dari hasutan rasis dan Islamofobia yang selama bertahun-tahun diarahkan kepada Omar.

Organisasi tersebut menyerukan seluruh anggota Kongres untuk mengecam serangan itu dan mendesak dihentikannya retorika kebencian terhadap Omar.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.