Maria Elisa Hospita
08 Mei 2019•Update: 09 Mei 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris mengkritik eskalasi kekerasan baru-baru ini di Provinsi Idlib, Suriah, menyusul peningkatan aksi militer oleh Rusia dan rezim Bashar al-Assad.
Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt menyatakan keprihatinannya dengan perkembangan terakhir di kawasan itu.
"Ini termasuk laporan mengerikan tentang serangan di sekolah dan rumah sakit, serta penggunaan bom barel untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan," kata Hunt, sambil menekankan bahwa sedikitnya 57 warga sipil tewas dan lebih dari 150.000 lainnya terpaksa mengungsi dari rumah mereka dalam beberapa hari terakhir.
Menurut dia, aksi militer terbaru adalah "pelanggaran besar dari perjanjian gencatan senjata yang disepakati Rusia dengan Turki, dan hanya memperparah situasi kemanusiaan di Idlib".
Hunt mendesak Rusia dan rezim Assad untuk menghormati kewajiban mereka berdasarkan perjanjian Sochi dan hukum humaniter internasional.
"Mereka juga harus ingat bahwa setiap penggunaan senjata kimia di Suriah di masa mendatang akan ditanggapi dengan sesuai dan segera," tandas dia.
September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk menetapkan Provinsi Idlib di utara Suriah sebagai zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang keras.