Muhammad Abdullah Azzam
18 Desember 2019•Update: 18 Desember 2019
Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
IDLIB
Setidaknya 12 warga sipil tewas dalam serangan udara dan darat oleh pasukan rezim Bashar al-Assad ke sejumlah tempat, termasuk pasar, di Zona De-eskalasi Idlib.
Pasukan rezim melakukan serangan udara dan darat ke daerah Bidama dan desa Maasaran, Maar Shamsha, Maar Shimarin, Kanayas, Tal Mannis, Deir Sharki, Maar Shurin, Gadafa pada Selasa siang.
Menurut laporan awal dari Tim Pertahanan Sipil di Idlib (White Helmet), serangan rezim Assad menewaskan enam orang di Bidama, empat orang di pasar di desa Maasaran, satu di Kanayas dan satu Tal Mannis.
Di sisi lain, banyak warga sipil terluka dalam serangan itu, sementara itu di antara korban tewas terdapat anak-anak.
Saat berita ini ditulis rezim Assad masih membombardir daerah permukiman, sehingga jumlah korban tewas dikhawatirkan dapat bertambah.
Tim Pertahanan Sipil yang dikerahkan ke tempat kejadian serangan masih melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan.
Setelah serangan-serangan itu banyak warga yang meninggalkan rumah mereka ke garis perbatasan Turki yang relatif aman.
Serangan pasukan rezim Assad, kelompok teroris asing dukungan Iran dan Rusia sejak awal Oktober lalu menyebabkan hampir 50.000 warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka di Zona De-eskalasi Idlib.
Pada 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Sejak itu, lebih dari 1.300 warga sipil tewas dalam serangan rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi.
Sekitar satu juta orang terpaksa meninggalkan daerah rawan konflik di distrik itu dan mulai berlindung di daerah yang lebih aman di bagian utara kota yang berbatasan dengan Turki.
Saat ini, ada lebih dari 3,6 juta warga Suriah berlindung di Turki. Mereka berharap bisa kembali ke tanah airnya.