Muhammad Abdullah Azzam
11 Juni 2018•Update: 11 Juni 2018
Betül Yürük
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas pembantaian terhadap warga sipil dan anak-anak di Idlib melalui serangan-serangan udara.
Sekretaris Jenderal PBB mencatat bahwa perlu adanya tekanan kepada para negara penjamin kesepakatan gencatan senjata di Astana, Rusia, Iran dan Turki untuk mematuhi perjanjian yang telah disepakati.
Guterres menyampaikan rasa kekhawatiran mendalamnya atas serangan udara yang menyebabkan kematian banyak warga sipil di Idlib pada 7 dan 8 Juni kemarin. Sebanyak 60 persen warga daerah tersebut telah mengungsi akibat konflik yang terjadi di Suriah.
Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk segera mengakhiri serangan serta memberikan perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur umum.
Pada Kamis minggu lalu, 42 warga sipil yang tewas akibat serangan udara Rusia di barat laut Idlib, Suriah, sementara 80 lainnya menderita luka-luka.
Idlib, yang masih di bawah kendali oposisi, ditetapkan sebagai zona de-eskalasi - di mana tindakan agresi dilarang keras - pada Mei tahun lalu. Namun, rezim Bashar al-Assad dan pasukan Rusia terus-menerus melancarkan serangan ke wilayah tersebut.