Nicky Aulia Widadio
18 Juni 2020•Update: 19 Juni 2020
JAKARTA
Indonesia meminta China dan India menahan diri dan mengutamakan penyelesaian sengketa perbatasan mereka secara damai.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan kedua negara memiliki peran kunci untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan.
“Sehubungan dengan perkembangan terakhir, Indonesia menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan menjaga situasi agar kondusif dengan berdialog dan penyelesaian sengketa secara damai,” kata Retno dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis.
Retno menuturkan hubungan baik antara China dan India perlu dijaga demi kepentingan semua negara yang berada di kawasan Indo-Pasifik maupun dunia.
Sebelumnya, pada Selasa, India mengonfirmasi sedikitnya 20 tentaranya tewas dalam bentrokan di Lembah Galwan di Ladakh.
Bentrokan di perbatasan itu dimulai sejak 5 Mei di Ladakh, kemudian berlanjut di lintasan Nakula di Provinsi Sikkim, dan di timur laut India tiga hari kemudian.
Ini adalah pertama kalinya sejak 1975 China dan India terlibat dalam bentrokan militer di perbatasan mereka.
Sengketa perbatasan antara kedua negara telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade.
China mengklaim wilayah di timur laut India, sementara New Delhi menuduh Beijing menduduki wilayahnya di dataran tinggi Aksai Chin di Himalaya, yang termasuk bagian dari wilayah Ladakh.