Muhammad Nazarudin Latief
10 April 2019•Update: 11 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Perum Percetakan Uang Indonesia (Peruri) mengirimkan 500.000 buku paspor Sri Lanka, Selasa, menggenapi 500.000 paspor lain yang sudah dikirim akhir tahun lalu dengan nilai USD2,1 juta.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan hal ini menunjukkan bahwa Peruri mampu menembus pasar internasional di tengah kompetisi bisnis yang semakin kompetitif.
“Sejak 2003, Peruri telah melakukan kerja sama dengan pemerintah Sri Lanka untuk memenuhi kebutuhan dokumen imigrasi,” ujar dia dalam siaran pers, Selasa.
Hingga 2018 Peruri telah mencetak Paspor Sri Lanka sebanyak 8 juta buku dengan nilai USD15 juta.
Dalam pembuatannya, Peruri menggunakan material dalam negeri kurang lebih sebesar 50 persen untuk tinta dan kertas sekuriti, selebihnya menggunakan material yang belum tersedia di dalam negeri.
Menurut Menteri Rini, sejak 2017 Peruri juga telah memproduksi e-Paspor yang membuatnya bisa menembus pasar internasional untuk produksi barang sekuriti lainnya seperti uang kertas, koin, pita cukai dan perangko.