Maria Elisa Hospita
10 April 2019•Update: 10 April 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Abdel Fattah al-Sisi telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.
Hal itu disampaikannya saat menyambut kunjungan presiden Mesir di Gedung Putih.
Trump mengatakan hubungan Washington dan Kairo tidak pernah lebih baik daripada saat ini. Dia bahkan menyebut al-Sisi sebagai "kawan".
Lewat diskusi bilateral itu, keduanya diharapkan dapat menemukan solusi atas sejumlah masalah, termasuk bantuan militer AS untuk Mesir, hak asasi manusia, dan pengembangan sumber daya energi.
Sebelumnya, pada Senin, Komite Hubungan Luar Negeri Senat terkemuka dan 15 rekan mereka mengirimkan surat ke Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.
Mereka menyebut Mesir "tidak adil" karena memenjarakan puluhan warga Amerika.
Mereka juga mempermasalahkan keputusan Kairo untuk membeli 20 jet tempur SU-35 Rusia - yang dapat memicu sanksi AS - dan menyuarakan "keprihatinan serius tentang erosi politik dan hak asasi manusia" di Mesir.
Al-Sisi memimpin Mesir sejak 2013. Dia terpilih kembali tahun lalu dengan 98 persen dukungan suara, karena lawan politiknya dipenjara atau mundur karena tekanan.
Menurut kelompok-kelompok HAM, pemerintahan Sisi kerap menuding lawan-lawan politiknya dengan tuduhan kriminal yang direkayasa.