Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 September 2019•Update: 26 September 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman mengkritik Mesir atas tindakan represif terhadap media dan masyarakat sipil setelah protes anti-pemerintah pekan lalu.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Berlin pada Rabu, Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rainer Breul mengatakan Jerman secara dekat mengikuti perkembangan protes yang terjadi di Mesir baru-baru ini.
"Seperti yang telah kami nyatakan di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pekan lalu, penindasan yang meningkat terhadap masyarakat sipil dan media tidak akan berkontribusi pada stabilitas Mesir," tegas Breul.
Dia menambahkan bahwa sebaliknya, hal itu kemungkinan akan mengarah pada radikalisasi dan kekerasan ekstremis.
Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Kairo dan beberapa kota lain pekan lalu untuk memprotes pemerintahan Presiden Abdel Fattah al-Sisi.
Berdasarkan laporan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, Breul mencatat bahwa lebih dari 1.000 orang ditahan di negara itu.
"Pemerintah Federal [Jerman] berharap bahwa pemerintah Mesir akan mematuhi prinsip-prinsip supremasi hukum dan mereka yang dituduh melakukan kejahatan segera dibebaskan," ujar dia.