Muhammad Abdullah Azzam
15 November 2019•Update: 15 November 2019
Gamze Türkoğlu Oğuz
ANKARA
Media India mengklaim bahwa negara itu telah membayar 15 persen pembelian sistem pertahanan udara Rusia S400, yang mana pembelian itu telah mendapatkan tentangan dari Amerika Serikat (AS).
Harian The Hindustan Times melaporkan bahwa pemerintah New Delhi telah membayar USD850 juta untuk sistem pertahanan udara S-400 pada September lalu.
Laporan tersebut bersumber dari pihak-pihak yang tak ingin disebutkan namanya dan mengetahui perkembangan terkait pembelian S-400 dari Rusia.
"Ada beberapa kekhawatiran bahwa pengiriman lima sistem tersebut akan ditunda hingga tahun 2025. Tetapi pembayaran telah dilakukan, sistem pertama diperkirakan akan dikirim dalam 16 hingga 18 bulan mendatang," kata salah satu sumber itu.
India dan Rusia pada Oktober 2018 telah menandatangani perjanjian pembelian lima sistem pertahanan udara S-400, yang akan menelan biaya sebesar USD5,4 miliar.
Rusia mengumumkan akan memulai pengiriman pada 2020, dan New Delhi diperkirakan akan menerima suku cadang terbaru paling cepat pada 2025.
Kedua negara tersebut sedang menerapkan model pembayaran alternatif untuk menghindari sanksi AS.
Kesepakatan pembelian S-400 membuat marah pemerintahan Donald Trump. Dalam beberapa kesempatan, Presiden AS menyatakan penentangannya terhadap perjanjian antara Rusia dan India itu.
India menekankan bahwa membeli senjata adalah hak kedaulatan mereka.
Pemerintah New Delhi menyatakan negara mana pun tak dapat mendikte negaranya untuk tidak membeli peralatan militer dari Rusia.