Muhammad Abdullah Azzam
11 September 2018•Update: 12 September 2018
Gülşen Topçu
GAZA
Mantan Kepala Biro Politik Hamas Khalid Meshal mengatakan gerakannya menginginkan Israel mengakhiri blokade di Gaza tanpa negosiasi langsung.
Berbicara kepada televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar, Mashal mengatakan, "Sebagaimana Israel dengan terpaksa harus meninggalkan Gaza, begitu juga mereka harus memberikan kepada kami tanah dan kedaulatan."
Meshal menggarisbawahi Hamas menginginkan blokade Israel terhadap Gaza diakhiri tanpa adanya negosiasi langsung.
Meshal menekankan bahwa dirinya tak akan meraih hati siapapun dengan akan selalu menghargai nilai-nilai yang dimiliki Hamas.
“Seandainya tunduk terhadap Barat, maka kalian akan melihatnya berkunjung ke Gedung Putih dan ibu kota Eropa lainnya," ujar dia.
Meshal menambahkan Hamas telah melakukan semua hal dan membuat langkah besar untuk membangun rekonsiliasi antara kelompok-kelompok di Palestina, namun pemerintahan Ramallah tidak menghargai kesempatan itu.
Kelompok-kelompok Palestina menandatangani "perrjanjian rekonsiliasi" pada 12 Oktober 2017 lalu di Kairo, Mesir, yang mengakhiri perpecahan di Palestina. Israel mencaplok tanah Gaza dalam perang Arab-Israel pada 1967, namun berhasil dipukul mundur dari wilayah ini pada tahun 2005.