Iqbal Musyaffa
JAKARTA, Indonesia
Layaknya tak punya teman, Qatar saat ini sedang dikucilkan oleh negara tetangganya. Hubungan diplomatik negara teluk dengan pendapatan per kapita terbesar di dunia tersebut saat ini sedang tidak normal.
Negara tetangga seperti Arab Saudi, Mesir, UEA, dan Bahrain masih mengisolasi Qatar secara politik dan ekonomi karena negara berpenduduk 2,5 juta jiwa itu dianggap penyokong terorisme di Timur Tengah. Suatu tuduhan yang dengan pasti dibantah oleh pemerintahnya.
Namun, konflik yang melibatkan elit pemerintah Qatar dengan elit tetangganya tampaknya tak banyak memengaruhi gerak nadi kehidupan penduduknya. Bisa disebut aktivitas warga Qatar, baik warga asli maupun warga pendatang, masih berlangsung normal tanpa banyak masalah besar.
“Kondisi di Qatar khususnya di Doha tidak seseram hubungan negara ini dengan tetangganya. Sedikit hal yang berbeda adalah Doha sekarang agak sepi pada akhir pekan. Padahal sebelum ada blokade, banyak pengunjung dari negara sekitar Qatar yang berlibur di Doha,” ujar Indra Kurnia Wijaya lewat aplikasi pesan singkat kepada Anadolu Agency Jakarta.
Indra adalah warga negara Indonesia yang sudah menghabiskan 9 tahun usianya di Almansoora, Doha. Saat ini, ia bekerja pada sektor transportasi setelah sempat bekerja di bidang pemberdayaan manusia.
Panasnya iklim politik di kawasan teluk mulai menyaingi panasnya suhu udara musim panas yang mencapai 50 derajat celcius. Namun, warga Qatar sepertinya tidak menghiraukan kondisi politik negaranya. Mereka lebih memilih untuk asyik berlibur musim panas selama tiga bulan hingga September.
“Meskipun secara ekonomi Qatar diblokade, warga di sini masih mudah mendapatkan berbagai barang kebutuhannya, terutama makanan. Memang ada sedikit kenaikan harga, tapi semua masih terjangkau,” kisahnya.
Sekitar 43 ribu warga negara Indonesia saat ini tinggal di seluruh wilayah Qatar. Indra pun mengatakan WNI di sana tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi yang dialami negara tersebut. “KBRI juga tidak mengeluarkan himbauan apapun untuk WNI terkait kondisi terkini di Qatar. Kita cuma dianjurkan lapor diri saja untuk pendataan WNI,” imbuh dia.
Meskipun sudah lama merantau, Indra mengakui masih lebih cinta kampung halamannya di kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Secara wilayah, Doha sebagai ibu kota negara hanya seluas 132 km persegi, sekitar 3% dari wilayah kabupaten Sukabumi yang memiliki luas 4128 km persegi.
Sangat wajar bila ia merasa sumpek tinggal di sana. “Masih lebih enak di Sukabumi secara cuaca lebih sejuk dan masih lebih luas dari Doha. Insya Allah akhir tahun nanti saya akan pulang,” terang dia.
news_share_descriptionsubscription_contact

